Haruskah Pemasar Game Merangkul atau Takut Pada Kemunculan Kecerdasan Buatan yang Dapat Diakses

Kecerdasan buatan (AI) telah membuat kemajuan signifikan di dunia pemasaran, dan diharapkan akan terus memainkan peran yang semakin penting di industri game dalam beberapa tahun mendatang. Beberapa pemasar di ruang game seluler mungkin ragu untuk menerimanya, khawatir bahwa itu akan menggantikan pekerjaan manusia atau bahwa mungkin terlalu rumit untuk dipahami dan digunakan secara efektif.

Namun, ada juga banyak alasan yang kuat bagi pemasar untuk merangkul AI dan peluang yang diberikannya di berbagai bidang seperti pembuatan konten, pengkodean, SEO, layanan pelanggan dan pembuatan gambar.

Di satu sisi, ada kekhawatiran yang sah tentang potensi dampak AI pada pasar kerja. Seiring dengan semakin canggihnya AI, sangat mungkin beberapa tugas yang sebelumnya dilakukan manusia akan menjadi otomatis - faktanya, ada banyak contoh di mana hal ini sudah terjadi. Hal ini dapat menyebabkan kehilangan pekerjaan dan penggusuran bagi beberapa pekerja.

Selain itu, ada kekhawatiran bahwa AI dalam pemasaran dapat digunakan untuk membuat keputusan yang menyimpang dari posisi merek, kepribadian, atau nada suara, yang mengarah pada konsekuensi negatif untuk segmen pelanggan tertentu. Ditambah lagi dengan kekhawatiran tersebut, siapa yang bertanggung jawab secara hukum atau etika ketika sesuatu dirancang oleh mesin?

Penting untuk dicatat bahwa AI memiliki potensi untuk sangat meningkatkan dan memperkaya pekerjaan pemasar, bukan menggantikannya sepenuhnya. AI dapat digunakan untuk memeriksa sejumlah besar data sekaligus dan mengidentifikasi tren dan pola yang sulit dideteksi oleh manusia secara mandiri. Hal ini dapat membantu pemasar membuat keputusan yang lebih terinformasi tentang strategi pemasaran mereka dan menargetkan upaya mereka dengan lebih efektif dalam waktu dekat secara real time.

AI juga dapat digunakan untuk mengotomatisasi tugas-tugas repetitif, membebaskan waktu untuk fokus pada pekerjaan yang lebih kreatif dan strategis. Sebagai contoh, chatbot AI dapat menangani pertanyaan layanan pelanggan, memungkinkan Anda untuk fokus pada tugas-tugas tingkat tinggi seperti mengembangkan kampanye baru atau meningkatkan kinerja tim.

Keuntungan lain dari AI dalam pemasaran adalah kemampuannya untuk menyempurnakan pengalaman yang ditargetkan secara unik untuk pelanggan. Dengan meninjau data dan perilaku pelanggan, AI dapat membantu pemasar membuat kampanye pemasaran yang disesuaikan dan lebih mungkin berhasil. Hal ini bisa sangat bermanfaat untuk bisnis kecil, yang mungkin tidak memiliki sumber daya untuk terus-menerus membuat upaya pemasaran kustom secara mandiri.

Meskipun ada potensi manfaat dari AI, penting bagi pemasar untuk menyadari keterbatasan dan risiko potensial penggunaan teknologi ini dalam pekerjaan mereka. Penting untuk memastikan bahwa AI digunakan secara etis dan bertanggung jawab, dan tidak digunakan untuk membuat keputusan yang bobotnya tidak proporsional. Selain itu, pemasar harus mewaspadai risiko yang terkait dengan ketergantungan yang berlebihan pada AI, dan harus mempertimbangkan konsekuensi potensial dari kegagalan sistem atau pelanggaran data.

Secara keseluruhan, keputusan apakah akan merangkul atau takut pada kemunculan AI dalam pemasaran akan tergantung pada perspektif individu pemasar, tujuan, posisi merek, dan kebutuhan pelanggan. Beberapa pemasar mungkin ragu untuk mengadopsi AI karena kekhawatiran tentang penggantian pekerjaan atau risiko potensial terkait penggunaan teknologi, namun yang lain mungkin lebih cenderung menggunakan AI sebagai alat berharga yang dapat membantu mereka meningkatkan pekerjaan mereka dan mencapai tujuan pemasaran mereka lebih efisien.

Akhirnya, kunci bagi pemasar adalah untuk dengan cermat mempertimbangkan manfaat dan risiko potensial dan mendekati teknologi dengan kesadaran yang jelas akan keterbatasannya.

Perlu dicatat, seluruh artikel ini ditulis oleh ChatGPT dari OpenAI dalam waktu kurang dari satu menit, dengan hanya sedikit penyuntingan yang diperlukan oleh penulis (kebanyakan untuk mengubah ejaan Amerika dan menyederhanakan beberapa salinan yang terlalu verbose).

Untuk sedikit mengutip HG Wells/The Simpsons: "Saya, untuk satu, menyambut penguasa robot baru kita!"

Jelas merupakan keputusan Anda per game apakah Anda merangkul teknologi baru ini, tetapi jelas bahwa yang lain sudah. AI memiliki kemampuan untuk merancang draf awal yang sangat kredibel, berpotensi mengubah pemasar manusia menjadi penggerak kreatif, penjaga gerbang konten, editor dan penandatangan yang bertanggung jawab.

Dengan level kemampuan seperti ini, mereka yang menolak AI setidaknya sebagai alat sesekali dalam persenjataan pemasaran mereka, kemungkinan besar, akan menemukan diri mereka, dan game yang mereka wakili, tertinggal.

Tertarik untuk berbagi pengalaman atau menulis artikel tamu untuk kami? Ayo mengobrol dengan kami di media sosial kami (Twitter | Facebook | Instagram | LinkedIn) dan kami akan mempertimbangkan sesuatu untuk Anda! Jika Anda merasa artikel ini berguna, bagikan dengan siapa saja yang akan merasa ini bermanfaat atau membantu.

Bagikan artikel ini: